Oleh: pkscicendo | November 18, 2011

Soemandjaja Ngantor ke DPR dengan Angkutan Umum

Soemanjaya Naik Angkutan Umum

RakyatMerdekaOnline. Tak semua anggota DPR hidup glamor. Salah satu anggota DPR yang dikenal hidup sederhana dan bersaja adalah TB Soemandjaja. Anggota Komisi II dari Fraksi PKS ini tidak canggung menggunakan angkutan saat pulang dan pergi kerja ke gedung DPR di Senayan.

Soemandjaja sudah jadi anggota DPR sejak 1999. Dengan gaji yang diterima tiap bulannya, dia mengaku sudah sangat cukup. Saat ini sebenarnya dua punya dua mobil, Toyota Rush dan Suzuki APV. Namun untuk pergi kerja, dia lebih senang angkutan umum.

“Rumah saya di sebuah kampung di Kabupaten Bogor. Setiap berangkat, saya jalan kaki dulu ke tempat angkot ngetem, kemudian disambung naik kereta ke stasiun Karet. Dari Karet, saya naik Kopaja 608 lalu turun di depan gedung DPR,” tuturnya kepada wartawan.

Kenapa memilih naik angkutan umum? Soemandjaja mengatakan, anggota DPR beda dengan pengusaha. Dia jadi anggota DPR karena ada orang yang mau memilihnya. Karena itu, sebisa mungkin dia menghargai para pemilihnya dengan hidup sederhana.

Soemandjaja mengaku sesekali dirinya juga memang pakai kendraan pribadi ke DPR. Tapi, itu dilakukan hanya saat dia harus membawa berkas banyak atau saat kerjaan di DPR sangat padat. “Kalau dihitung, tidak satu bulan sekali saya pakai kendaraan pribadi,” katanya.

Baginya, naik kendaraan umum lebih enak. Sebab, di dalam kendraan umum semacam kereta, dia bisa ketemu dengan banyak orang. Bisa diskusi dan bisa menyerap aspirasi. Karena itu, dia mengajak koleganya di DPR untuk sesekali mencoba menggunakan kendaraan umum. “Anggota DPR memang sepantasnya membatasi diri. Walau mampu, ya sebisa mungkin agar tetap sederhana. Sebab, jabatan DPR beda dengan pengusaha. DPR itu dipilih rakyat,” tuturnya. [dem]

Oleh: pkscicendo | November 18, 2011

Kisah Anggota Dewan PKS, Naik Ojek Ke Gedung DPR

Aus Anggota DPR PKS

Islamedia - WAKTU baru menunjukkan pukul 05.30 WIB. Anggota DPR Aus Hidayat Nur meninggalkan rumahnya di Jalan Kelapa Dua Raya RTM Cimanggis, Depok dengan membonceng sepeda motor. Salah satu anaknya yang mengendarai kendaraan roda dua itu.
Tujuan mereka adalah Stasiun Universitas Indonesia (UI). Perjalanan tak sampai 30 menit. Tiba di stasiun, politisi PKS ini segera membeli tiket KRL Eksekutif tujuan Stasiun Tanah-abang seharga Rp 5.500.
Pukul 06.15 WIB kereta yang ditunggu-tunggu datang. Pria ini langsung naik gerbong yang lumayan sejuk dan membuat mata ingin terperam.
Perjalanan ke Stasiun Tanah-abang memakan waktu sekitar 45 menit. Sekitar pukul 7, Aus sudah di berada di depan stasiun dan memanggil ojek. “Hampir setiap hari saya naik KRL agar lebih cepat sampai kantor,” kata Aus Hidayat Nur.
Aus kembali naik ke boncengan motor untuk sampai ke kantornya di gedung DPR. Ongkos ojek Rp 20 ribu. “Sebetulnya harga normalnya Rp 10 ribu. Ya lumayan lah bisa sekalian membantu orang,” kata pria yang dipercaya duduk di Komisi II DPR ini.
Setelah sampai di gedung DPR, pria ini mengikuti rapat internal Fraksi PKS yang digelar mulai pukul 7 sampai 10 pagi. Setelan itu. Aus sibuk dengan kegiatan di Komisi II DPR yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Agraria dan Komisi Pemilihan Umum.
Aus mengatakan lebih sering ke DPR naik kereta. Tapi, bila kegiatan di parlemen sedang tak padat, ia datang menggunakan kendaraan pribadi, Proton Exora.
Mobil produksi Malaysia itu, menurut dia, dibeli secara kredit. Uang mukanya Rp 80 juta dengan tempo cicilan empat tahun. Setiap bulan. Aus membayar cicilan Rp 3,9 juta. Saat ini sudah masuk bulan kesepuluh. “Mobil itu lebih murah dari Toyota Innova,” kata Aus.
Sebelum memiliki mobil sendiri. Aus beberapa datang ke DPR menggunakan Daihatsu Terrios. Menurut dia, mobil itu adalah kendaraan operasional DPP PKS. Ia bisa menggunakan kendaraan itu karena menjabat Ketua Pembinaan Wilayah Dakwah. Kini, mobil itu diguna-kan oleh istrinya. Susanti karena dia aktif menjadi pengurus di DPP PKS.
Pria yang dikaruniai enam orang anak ini mengatakan tak ingin bermewah-mewahan sebagai anggota DPR. Menurut dia, jabatan anggota legislatif itu tidak selamanya, hanya lima tahun.
Gaya hidup mewah, bagi Aus, akan membawa dampak buruk bila nanti sudah tak lagi menjadi anggota Dewan. “Bisa-bisa ter-kena post power syndrome,” canda Aus.
Sebagai anggota Dewan, Aus memiliki kewajiban untuk melaporkan kekayaannya ke KPK. Ia menyebutkan kekayaannya berjumlah Rp 500 juta. Meliputi sebuah rumah dan sebuah mobil.
Aus mengatakan penghasilan sebagai anggota DPR lebih banyak disumbangkan ke partai. Setiap bulan hampir sepertiga gajinya diberikan kepada partai dan fraksi. Namun ia enggan mengungkapkan besarannya. “Wah nggak enak kalau disebutin angkanya. Yang penting lumayanlah,” kata Aus.
Setiap bulan, anggota DPR memperoleh gaji Rp 64,8 juta. Jadi besarnya iuran yang dikeluarkan Aus untuk partai dan fraksi sekitar Rp 20 juta.
Aus tak mempersoalkan sepertiga gajinya harus diserahkan ke partai. Sebab, dia merasa tak perlu mengeluarkan uang banyak saat menjadi calon legislatif (caleg). Saat itu, dia justru banyak menerima sumbangan dari kader-kader di bawah.
“Karena sekarang sudah jadi anggota DPR, maka harus membantu kader yang ada di bawah. Jadi saling gantian bantulah,” katanya.
Sebelum menjadi anggota Dewan, Aus menjalankan bisnis multi level marketing (MLM). Usaha dijalaninya sejak 2003. Penghasilannya sudah mencapai Rp 20 juta setiap bulan.
Namun sejak duduk di DPR penghasilannya turun. Sebab waktunya banyak tersita untuk kegiatan-kegiatan di Senayan. Akibatnya, dia tak bisa mengembangkan bisnisnya itu.
Kegiatan di Komisi II memang cukup padat. Tapi, Aus bersyukur ditempatkan di komisi ini karena tak banyak godaannya.
“Ada ungkapan bahwa Komisi II merupakan komisi air mata,” ujar Aus bercanda.
Walaupun kegiatannya di Senayan sering sampai malam. Aus selalu menyempatkan untuk pulang ke rumah dan bertemu keluarga. Bila sudah tidak ada acara di DPR, Aus pulang setelah shalat Maghrib.
Dari DPR dia naik ojek menuju halte busway Ratu Plaza. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan bus Transjakarta menuju terminal Blok M. Dari sini, dia menumpang Metro Mini ke Pasar Minggu.
Dari terminal Pasar Minggu dilanjutkan naik ojek menuju rumahnya Cimanggis, Depok. “Paling telat sampai rumah jam setengah sembilan malam. Kalau malam kan lancar, jadi bisa cepat sampai rumah,” katanya.
Ketika naik kendaraan umum. Aus menyembunyikan jas yang menjadi pakaian sehari-hari anggota DPR ke dalam tas. Ia hanya mengenakan kemeja lengan pendek, celana bahan dan sepatu kerja.
“Orang-orang yang naik Metro Mini bareng saya tidak ada yangtahu kalau saya anggota DPR. Apalagi saya tidak terkenal. Jadi saya tenang saja,” ujar Aus sambil terkekeh-kekeh.
Pergi naik kereta dan pulang naik bus ini merupakan aktivitas
Aus selama DPR dalam masa sidang. Ketika masa reses, seperti anggota Dewan lainnya, Aus berkunjung ke daerah pemilihannya untuk bertemu konstituen. Aus menjadi anggota DPR daridaerah pemilihan Kalimantan Timur.
“Saya baru aktif lagi di DPR setelah reses,” katanya. Rencananya, DPR kembali bersidang pada 9 Januari mendatang.
Oleh: pkscicendo | Oktober 23, 2011

Suharna Surapranata, Teladan di Semua Mihwar Dakwah

Kang Harna Patut diteladani

Oleh : Cahyadi Takariawan

Gonjang-ganjing reshuffle kabinet banyak mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini. Banyak media menilai PKS emosional mensikapi reshuffle ini lantaran seorang menterinya terkena dampak, harus meninggalkan kursi kementrian untuk diganti personal lain. Benarkah ada sikap emosional menghadapi reshuffle tersebut, dan bagaimana sikap Menteri yang terkena reshuffle ?

Menteri dari PKS yang terkena reshuffle itu adalah Suharna Surapranata. Apakah ia emosional menghadapi peristiwa ini ? Ah, berlebihan pertanyaan itu. Kang Harna, panggilan akrab sang menteri, ternyata biasa saja. Bersikap sangat arif dan tenang, sama sekali tidak ada kesan emosional.

Belum Pengumuman, Sudah Berpamitan

Bagi banyak kalangan, jabatan menteri dianggap sebagai sebuah posisi yang prestis dan terhormat, maka banyak orang berebut mendapatkannya. Oleh karena itu, bagi sebagian menteri, reshuffle sungguh merupakan tamparan dan menjadi momok yang sangat menakutkan. Namun tidak demikian dengan Kang Harna. Mantan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS ini menganggap posisi menteri adalah amanah dakwah. Maka sebagai bagian utuh dari proses dakwah, ia siap ditempatkan dimanapun pos-pos yang bisa menjadi lahan baginya untuk berkontribusi secara optimal.

Begitu isu reshuffle sudah kian menghangat, dan sudah ada isyarat dari Istana Negara bahwa dirinya akan diganti, ia langsung menyiapkan segala sesuatu. Selasa pagi, 18 Oktober 2011, Kang Harna memimpin Rapim Menristek yang dihadiri para pejabat di lingkungan Kementrian. Pada Rapim tersebut, Kang Harna menyampaikan bahwa dirinya akan segera diganti oleh personal lain yang akan ditunjuk oleh Presiden SBY. Oleh karena itu Kang Harna menyampaikan kalimat pamitan dan beberapa pesan.

Tentu saja pernyataan tersebut sangat mengejutkan para pejabat di lingkungan kementrian Ristek, karena belum ada pengumuman resmi dari Presiden SBY terkait reshuffle. Banyak kalangan pejabat di kementrian yang merasa tidak percaya atas informasi tersebut. Selama ini hubungan sang menteri maupun kementrian Ristek dengan Presiden SBY baik-baik saja, tidak ada masalah atau kasus apapun yang layak dipersoalkan. Bahkan ada banyak kemajuan serta prestasi di Kementrian Ristek selama dipimpin Kang Harna.

Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa kementrian lainnya yang tengah ada kasus, atau mendapatkan “raport merah” dari UKP4, atau ada masalah dengan laporan keuangan kementrian. Justru Kementrian Ristek posisinya aman-aman saja, bahkan mendapatkan nilai bagus, maka pernyataan pamit Kang Harna sangat mengejutkan para pejabat dan staf di lingkungan Kementrian Ristek.

Bukan hanya pamitan di forum resmi tersebut, namun Kang Harna juga mengunjungi seluruh lantai dan memasuki ruangan-ruangan untuk menyapa sekaligus berpamitan dengan para pegawai di lingkungan kementrian Ristek. Benar-benar kejutan, karena tidak menyangka Kang Harna menyapa mereka dan berdialog dengan para staf, sekaligus berpamitan. Kang Harna sudah pamit padahal reshuffle belum diumumkan SBY, sehingga belum ada kepastian apakah Menristek diganti atau tidak.

Para pegawai di lingkungan Kementrian Ristek memanfaatkan momentum itu untuk bersalaman dan berpotret bersama sang Menteri. Ya, Menteri Ristek di hari terakhir pengabdiannya. Sebagian pegawai bahkan terharu dan meneteskan air mata karena tidak menyangka Kang Harna akan segera meninggalkan mereka.

Usai mengungkapkan pamit, Kang Harna menyampaikan beberapa pesan kepada para pejabat dan staf di lingkungan Kementrian Ristek, bahwa jabatan itu hanya amanah yang setiap saat bisa selesai. Beliau mengatakan reshuffle Menristek itu hanya pindah nakhoda, karena semuanya sudah tersedia, seperti undang-undang, visi, misi kementrian dan perangkat lainnya. Untuk itulah Kang Harna meminta semua pejabat dan staf bekerja semakin profesional bersama menteri baru nantinya.

Telah Selesai Berkemas

Sesungguhnya, semenjak isu reshuffle bergulir, Kang Harna sudah memerintahkan kepada para staf khusus beliau untuk segera berkemas. Demikianlah Kang Harna menyikapi setiap ada isu reshuffle. Seakan sudah memastikan bahwa dirinya yang akan terkena. Hal sama beliau lakukan saat ada isu reshuffle setahun yang lalu, beliau sudah memerintahkan staf untuk berkemas. Namun ternyata waktu itu tidak jadi ada reshuffle.

Para staf segera melakukan perapihan di kantor Kementrian Ristek, dengan memilah barang-barang. Kang Harna berpesan agar cermat dalam melakukan packing. Jangan ada barang kementrian yang terbawa, dan jangan ada barang pribadi yang tertinggal. Hingga hari Senin 17 Oktober 2011, packing sudah selesai dilakukan oleh para staf. Barang-barang sudah dikemas dengan rapi dan tinggal membawa pergi.

Pulang Dengan Mobil Pribadi

Usai berpamitan dan berpesan dengan pejabat dan staf di lingkungan Kementrian, Kang Harna pun pulang. Luar biasa, siang itu, Selasa 18 Oktober 2011, beliau pulang mengendarai mobil pribadi. Mobil dinas Menristek beliau parkir di kantor, kunci serta seluruh perlengkapan mobil sudah dititipkan kepada pegawai yang berwenang.

Para pejabat yang melepas beliau semakin heran. Seseorang bertanya, “Mengapa tidak menggunakan mobil menteri?” Kang Harna menjawab, “Saya sudah pamitan. Itu jatah mobil menteri baru nanti”, jawab beliau.

Sebuah keteladanan yang luar biasa. Betapa banyak pejabat yang ingin selalu menikmati bahkan memiliki fasilitas dinas. Kalau perlu tidak dikembalikan, walaupun tidak lagi menjabat. Tidak demikian dengan kader senior PKS ini. Kang Harna memberikan contoh perilaku politik yang santun, beradab dan bertanggung jawab. Kang Harna simbol kesalihan seorang pejabat negera setingkat menteri.

Tidak perlu menunggu pengumuman resmi. Beliau sudah berpamitan. Beliau sudah mengemas semua barang. Beliau sudah menyerahkan mobil kementrian. Maka, siang hari itu, sejarah perpolitikan di Indonesia mencatat, seorang Menteri yang menuntaskan pekerjaan di hari terakhir tugasnya, dengan sempurna.

Luar biasa. Sikap konsistensi kepada keyakinan, sikap kesederhanaan, sikap kehati-hatian telah dicontohkan. Sejarah perpolitikan Indonesia harus mencatat peristiwa ini, sebagai pelajaran bagi seluruh pejabat di republik ini.

Mengembalikan Rumah Dinas

Kemana Kang Harna setelah selesai pamitan di Kantor Kementrian Ristek ? Selasa siang itu, 18 Oktober 2011, dengan menggunakan mobil pribadinya, Kang Harna langsung menuju rumah Dinas Menristek. Beliau meneliti kondisi rumah, dan memastikan bahwa rumah dinas tersebut sudah berada dalam kondisi rapi. Beliau memasuki rumah dan melihat semua bagian dan ruangan dengan detail. Jangan ada barang-barang milik dinas yang terbawa, dan jangan ada barang milik beliau yang tertinggal.

Setelah memastikan bahwa semua sudah beres dan rapi, beliaupun meninggalkan rumah dinas Menristek. Beliau ingin memastikan bahwa rumah dinas tersebut besok pagi sudah siap ditempati Menristek yang baru. Luar biasa, sebuah sikap kesederhanaan dan kehati-hatian yang pantas diteladani oleh semua masyarakat dan bangsa, khususnya bagi para pejabat negara.

Lagi-lagi, sejarah perpolitikan di Indonesia harus mengabadikan peristiwa ini. Sebuah pendidikan politik bagi para pejabat di seluruh level, agar bersikap profesional, sederhana dan bersahaja.

Mengganti KTP

Masih ada yang kurang, siang itu. Usai meneliti rumah dinas, Kang Harna segera meluncur ke Kantor Kelurahan. Apa yang beliau lakukan ? Ternyata beliau mengurus pergantian KTP.

Dalam KTP yang beliau miliki selama menjabat menjadi Menristek, tertulis identitas “Menteri” di KTP tersebut. Maka Kang Harna ingin semua selesai pada hari itu pula, Selasa 18 Oktober 2011, sebelum ada pengumuman resmi reshuffle kabinet. Beliau meminta agar dibuatkan KTP baru dengan identitas yang baru pula, karena besok pagi beliau sudah bukan Menteri.

Lega. Kang Harna menyelesaikan pembuatan KTP baru. Apa yang berbeda dari KTP tersebut ? Kalau semula tertulis identitas “Menteri” pada KTP beliau, sekarang tertulis “Wiraswasta” pada KTP yang baru.

Lagi-lagi, luar biasa Menteri yang satu ini. Perjalanan panjang dalam gerakan dakwah telah membentuknya memiliki karakter yang mulia. Beliau tidak ingin ada pemalsuan identitas. Beliau bukan lagi menteri, besok pagi. Maka tidak layak memiliki KTP yang bertuliskan identitas “Menteri”. Beliau ingin tampil dengan identitasnya yang asli, “Wiraswasta”. Bukan “Mantan Menteri”.

Jam 13.00 Sudah Selesai Semuanya

Ya, jam 13.00 wib hari Selasa 18 Oktober 2011, sudah selesai semua urusan Kang Harna. Sudah berpamitan dan memberi pesan di Kementrian Ristek. Sudah mengembalikan mobil dinas. Sudah meninggalkan dan merapikan rumah dinas. Sudah mengganti identitas di KTP. Lega, semua urusan sudah dibereskan. Rasanya tidak ada yang tersisa.

Masyaallah. Pengumuman reshuffle belum disampaikan. Belum ada kepastian apakah Kang Harna akan jadi diganti atau tidak. Namun semua urusan sudah dibereskan. Jika nanti malam Presiden SBY mengumumkan kabinet baru, dan ternyata dirinya benar-benar diganti, maka ia sudah menuntaskan seluruh urusannya. Tidak ada lagi yang menjadi bebannya.

Keluarga Menyambut Gembira

Kang Harna memang sudah dihubungi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, yang menyampaikan pesan dari Presiden SBY bahwa dirinya akan diganti. Ia menerima pesan itu dengan perasaan “legowo”, tidak melakukan “pemberontakan” atau “perlawanan”. Misalnya dengan membuat pernyataan di media yang menyatakan bahwa dirinya dizalimi atau tidak terima kalau diganti, atau semacam itu. Tidak, sama sekali tidak.

Kang Harna justru mengirim kabar itu melalui sms kepada anak-anak beliau. Apa respon anak-anak atas berita itu ?

“Alhamdulillah Abi !” ini jawaban anak pertama.

“Alhamdulillah. Berarti Abi bakal lebih sering bersama kita. Kalau begitu kita perlu syukuran !” jawab anak kedua. Ya, semua keluarga menyambut gembira.

Dua tahun menjadi Menristek, membuat Kang Harna lebih sibuk daripada sebelumnya. Jam 06.00 wib Kang Harna sudah berada di kantor Kementrian Ristek. Ya pagi-pagi sekali beliau sudah berada di kantor, bahkan sering sebelum jam 06.00 wib beliau sudah masuk kantor. Setelah itu beliau berkegiatan di dalam kantor atau berkegiatan di luar lingkungan kantor Kementrian. Sore atau malam baru pulang ke rumah dinas.

Dengan irama kesibukan seperti itu, membuat beliau semakin jarang bertemu keluarga. Beliau ingin memberikan contoh teladan bagi semua pejabat, pegawai dan staf di lingkungan Kementrian Ristek, bahwa bekerja harus bersungguh-sungguh dan penuh dedikasi. Habis menunaikan shalat Subuh beliau sudah siap pergi ke kantor. Maka, sebelum jam 06.00 beliau sudah berada di ruangan Menristek. Kadang jam 05.30 sudah berada di ruang kerja kementrian.

Maka demikian bergembira anak-anak beliau, saat mendapat kabar bahwa Kang Harna akan digeser dari Menristek dan diganti personal lain yang ditunjuk Presiden SBY. Coba perhatikan respon spontan ini, “Alhamdulillah. Berarti Abi bakal lebih sering bersama kita. Kalau begitu kita perlu syukuran !”

Benar, malam harinya, Presiden SBY mengumumkan kabinet baru hasil reshuffle. Suharna Surapranata digantikan oleh Menristek yang baru, Gusti Muhammad Hatta.

Kinerja Kementrian

Penggantian Kang Harna dari Menristek sudah pasti bukan karena kinerja. Karena berdasarkan penilaian Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan BPK, kinerja Menristek diakui bagus. Bahkan laporan keuangan Kementrian dibawah Kang Harna dinyatakan WTP selama dua tahun berturut-turut, maka renumerasi Kemenristek dipercepat tahun ini.

Nilai “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) adalah opini audit atas laporan keuangan yang paling bagus atau menempati posisi paling atas. Opini audit lainnya adalah “Wajar Dengan Pengecualian” (Qualified Opinion), “Tidak Memberikan Pendapat” (Disclaimer) dan “Tidak Wajar” (Adverse). Maka dengan melihat hasil penilaian UKP4 serta nilai WTP selama dua tahun di bawah kepemimpinan Kang Harna, menandakan kinerja Menristek tidak ada masalah.

Maka tatkala Presiden SBY mengumumkan kabinet hasil Reshuffle, dan ternyata Kang Harna keluar dari jajaran kementrian, publik layak bertanya, atas dasar apa pergantian itu ? “Sudahlah, tidak perlu diperdalam. Ini sudah terjadi”, jawab Kang Harna.

Seperti yang ditulis Kompas, “Kendati tak mengetahui alasan pasti terkait pencopotannya, mantan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengaku legawa. Tak lupa, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengucapkan syukur karena telah memiliki kesempatan mengabdi kepada negara”.

“Saya juga merasa bersyukur bisa membantu Presiden selama dua tahun ini,” kata Suharna kepada para wartawan di sela-sela upacara pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Ketika ditanya lebih rinci terkait detik-detik pencopotannya, Suharna enggan menceritakannya. Pencopotannya dipandang hak prerogatif Presiden sepenuhnya. Dirinya hanya mengaku menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

“Sudahlah. Saya kira ini tidak perlu diperdalam. Ini sudah terjadi,” ujarnya singkat.

Suharna mengatakan, selepas menjadi menteri, dirinya ingin kembali ke PKS dan membangun partai. Pencopotan Suharna yang secara resmi disampaikan Presiden di Istana Merdeka, Selasa (18/10/2011), turut mengurangi jatah kursi menteri partai dakwah tersebut. Demikian ulasan Kompas.

Bahkan, saat acara serah terima jabatan Menristek di kantor Kementrian, Kang Harna menyampaikan, “Saya pinjam pantun Pak Tifatul. Ayu Ting Ting naik Kopaja, yang penting kita tetap bekerja.” Itulah slogan yang sangat nyata. Dimanapun Kang Harna, pasti akan terus bekerja untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Kang Harna di Mata Saya

Beliau orang yang ramah, santun dan bersahaja. Beliau salah seorang jajaran qiyadah dakwah yang memberikan contoh konsistensi dalam kehidupan. Kader senior dakwah yang menapaki jalan panjang dan terjal, menghantarkan dakwah dari ruang-ruang tertutup menuju ruang-ruang kenegaraan. Dan beliau sendiri mencontohkan bagaimana sikap seorang negarawan.

Beliau tidak pernah berambisi jabatan apapun, baik dalam organisasi maupun dalam jabatan publik. Saat beliau mendapatkan amanah menjadi salah seorang calon menteri yang diusulkan oleh PKS, kami semua mengetahui bahwa beliau keberatan dengan posisi itu. Beliau merasa ada lebih banyak kader dakwah yang tepat pada posisi kementrian. Namun, beliau juga memberikan contoh bahwa amanah harus dilaksanakan dengan segenap kemampuan.

Itulah yang sering saya katakan, “Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa ‘iya’ bisa ‘tidak’. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut”.

Kang Harna telah memberikan contoh kepada kita. Beliau tetap bekerja, dimanapun berada. Beliau selalu di jalan dakwah, selalu istiqamah, saat masih duduk di bangku kuliah, saat perintisan awal dakwah, saat mengalami masa-masa pertumbuhan dakwah yang sulit, dan bahkan akhirnya menjadi pejabat negara, dan sekarang kembali lagi menjadi masyarakat biasa. “Wiraswasta”, begitu pilihan identitas di KTP-nya.
Tidak menyalahkan sana menyalahkan sini, tidak emosi karena dicopot dari menteri, justru beliau menampakkan sikap yang rendah hati.

Luar biasa. Gemblengan perjalanan dakwah puluhan tahun telah menampa Kang Harna memiliki karakter yang sangat kuat. Layak diteladani oleh para kader, tentang kesederhanaan, tentang ketekunan, tentang dedikasi, tentang konsistensi, tentang kehati-hatian, tentang kesantunan, tentang profesionalitas kerja, tentang kemampuan adaptasi di segala mihwar, tentang sikap kenegarawanan, tentang komitmen kekaderan, tentang visi yang terang benderang, tentang platform pembangunan Indonesia yang jelas.

Banyak, teramat sangat banyak yang bisa kita pelajari dari kader senior yang satu ini. Saya salah seorang kader yang merasa bangga, memiliki senior yang memberikan keteladanan mulia kepada generasi berikutnya. Semoga semakin banyak kader berkualitas Suharna Surapranata.

Oleh: pkscicendo | Mei 8, 2011

PKS Tidak Disusupi NII KW 9

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa sudah memiliki sistem pengkaderan yang kuat. PKS pun yakin tak akan mudah tersusupi NII KW 9 seperti yang dikabarkan terjadi pada Partai Demokrat dan Golkar.
“PKS itu partai kader yang membangun sistemnya, sehingga mempunyai metode untuk membangun karakter kader-kadernya. Kalau di PKS sistem pengkaderannya sudah mapan dan tidak rawan disusupi dari luar,” ujar Ketua FPKS DPR, Mustafa Kamal, saat dihubungi wartawan, Selasa (3/5/2011).

Mustafa menuturkan, menjadi PR besar partai politik untuk mengevaluasi kaderisasi partai. Sehingga kader ekstrem yang berideologi radikal tidak akan lolos masuk partai.

“Inilah menjadi PR besar agar partai politik memperbaiki kaderisasi partainya. Kalau di PKS sudah tersaring dalam sistem kaderisasi kita. Kita tidak memberi tempat bagi pemikiran dan perilaku ekstrem seperti NII KW 9,” sarannya.

Selain itu, PKS juga meminta pemerintah mengambil tindakan konkret. Mengingat saat ini keberadaan NII KW 9 masih simpang siur dan justru mengkhawatirkan masyarakat.

“Jangan diambangkan, selama ini kita sudah mendengar melalui lembaga resmi seperti MUI, Kemenag, dan sebagainya. Tapi kenapa tidak ada tindak lanjutnya,” tutupnya.

*) Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/05/03/113424/1631138/10/pks-yakin-tak-disusupi-nii-kw-9?9911032

Oleh: pkscicendo | Juni 19, 2010

Munas PKS : Ujian PKS Jadi Partai Terbuka

Ujian PKS Jadi Partai Terbuka

INILAH.COM, Jakarta – Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) II Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kamis (17/6) malam memberikan nuansa khusus bagi PKS di tengah upayanya menjadi partai terbuka.

Acara pembukaan Munas II PKS secara resmi dimulai sejak pukul 19.30 seiring kehadiran Presiden SBY. Namun setelah shalat maghrib, para kader PKS mulai memasuki Ballroom Hotel Ritz Carlton yang bisa menampung sekitar 5.000 orang.

Yang menarik, saat sejumlah tokoh PKS memasuki ruangan Ballroom Hotel Ritz Carlton, yang dipandu pemandu acara, secara serempak peserta munas yang dipisah antara peserta laki-laki dan perempuan itu meneriakkan takbir, “Allahu Akbar- Allahu Akbar”. (Allah Maha Besar)

Sebut saja saat kehadiran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga kader PKS, hadirin tampak dengan lantang meneriakan takbir. “Takbir!” cetus salah satu kader PKS, mendengar suara itu, hadirin langsung menyahut “Allahu Akbar” lebih dari satu kali. Ternyata, kata “takbir” menjadi kode bagi kader PKS untuk meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Selain Ahmad Heryawan, sejumlah tokoh PKS juga mendapat sambutan takbir saat memasuki ruangan Ballroom Hotel Ritz Carlton. Sebut saja, Sekjen PKS Anis Matta, Menkominfo yang juga mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, dan beberapa tokoh lainnya.

Dalam catatan INILAH.COM, para tokoh yang mendapat sambutan takbir paling gemuruh yakni mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid dan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminudin. Kedua tokoh tersebut disambut dengan teriakan takbir yang cukup keras dan kompak. Tentunya teriakan takbir tidak hanya sekali.

Salah satu jurnalis dari media cetak Ibukota sempat berbisik kepada INILAH.COM. “Jadi ingat pemakaman Imam Samudera,” selorohnya.

Pekikan takbir nyatanya tak sekadar saat menyambut tokoh-tokoh PKS semata. Saat sambutan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq dan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminudin, takbir kembali bergemuruh. Anehnya, saat kehadiran Presiden SBY beserta Ibu Negara, sama sekali tidak terdengar suara takbir.

Ketika INILAH.COM bertanya kepada Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq mengapa bukannya shalawat nabi yang diteriakkan tapi justru takbir, Mahfudz berujar, shalawat nabi sudah dinyanyikan saat penampilan tarian Saman dari Aceh. “Kan sudah di Tarian Saman,” imbuhnya.

Inilah ciri khas PKS. Fakta di lapangan, kader PKS tak bisa dipisahkan dari idiom-idiom ke-Islaman. Meski harus ditegaskan, pekikan takbir sama sekali tidak memiliki korelasi dengan penghormatan terhadap penyambutan tamu. Setidaknya dalam tradisi Islam Indonesia, menyambut kedatangan tamu dengan mengucap salam sambutan, bukan pekikan takbir.

Pekikan takbir serupa nyaris sama ditemui di forum-forum ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI). Namun justru hal tersebut tidak dijumpai di partai Islam lainnya maupun ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul Ulama (NU).

Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menyebutkan upaya PKS untuk menjadi terbuka akan menghadapi tantangan. “Tak mudah meyakinkan kader-kader PKS untuk terbuka terhadap non muslim karena sebagian besar mereka konservatif,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (18/6).

Tantangan kedua, menurut Burhan, tak mudah juga mengubah citra PKS yang selama ini dinilai kurang ramah terhadap kalangan pemilih nonmuslim. “Alih-alih dapat simpati pemilih non muslim, PKS juga terancam kehilangan dukungan dari basis massa ideologis PKS yang selama ini resisten terhadap ide-ide keterbukaan,” cetusnya.

Pembukaan Munas II PKS yang diiringi puluhan kali pekikan takbir seperti memberi sinyal, PKS masih jauh untuk menuju partai terbuka dan moderat. Jika niatan menjadi partai terbuka kuat digelorakan, nyatanya hanya elit PKS di Jakarta yang utuh memaknai partai terbuka dan moderat.

Untuk kader dan elit di daerah, partai terbuka masih jauh api dari unggun. Ini pula yang diakui Mahfudz Siddiq. “Tidak mudah untuk menjadi partai terbuka, karena kalau dibedah, orang PKS itu bermacam-macam, mulai pengikut Umar Patek hingga Umar Wirahadikusumah,” cetusnya.

for: blogsd

Aksi Bersama Untuk Rakyat Palestina Palestina

Gabungan elemen bangsa tersebut mengutuk keras aksi kebrutalan tentara Israel yang menyerang relawan kemanusiaan “Freedom Flotilla” di atas kapal Mavi Marmara.
PK-Sejahtera Online: PKS bersama organisasi masyarakat dan partai-partai politik lainnya menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di Silang Monas Jakarta, Kamis (3/10). 

Selain tokoh dan massa PKS,  hadir tokoh-tokoh Partai Gerindra, PDIP, Partai Demokrat, PPP, seluruh fraksi di DPRD DKI Jakarta, FBR dan Mer-C. Gabungan elemen bangsa tersebut mengutuk keras aksi kebrutalan tentara Israel yang menyerang relawan kemanusiaan “Freedom Flotilla” di atas kapal Mavi Marmara.

Tampak hadir pada aksi ini, Mantan Presiden PKS DR. Hidayat Nurwahid, Fungsionaris PKS DR. Ahzami Samiun Jazuli dan artis yang juga Fungsionaris Partai Gerindra Rahel Maryam. Dalam orasinya di depan puluhan ribu massa PKS, Hidayat meminta dibukanya perbatasan jalur gaza untuk selama-lamanya, agar akses bantuan kemanusia dapat bebas masuk ke wilayah ini.

Sementara itu Anggota Komisi Satu dari Partai Gerindra Rahel Maryam dengan lantang menantang tragedi kemanusiaan di kapal Mavi Marmara. Dengan alasan apapun menurutnya, penyerangan tersebut tidak bisa dibenarkan karena termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia. Ia juga meminta pemerintah ikut aktif untuk menangani masalah ini.

Sejak pukul 13.00 puluhan ribu massa yang didominasi oleh massa PKS tersebut telah membanjiri Silang Monas. Mereka membawa ratusan spanduk yang berisi kecaman terhadap kebrutalan israel. Selain itu mereka juga membawa bendera Palestina yang disandingkan dengan bendera merah putih dan bendera PKS. 

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penggalangan infaq untuk meringankan beban penderitaan rakyat Palestina, yang saat ini hidup dalam garis kemiskinan sejak ditutupnya perbatasan jalur gaza. 

 Usai mendengarkan orasi dan berdoa untuk rakyat Palestina, massa bergerak menuju Bundara Hotel Indonesia. (adine)

Oleh: pkscicendo | Juni 2, 2010

Ini Kesaksian Relawan Misi Gaza yang Selamat

Ini Kesaksian Relawan Misi Gaza yang Selamat
Relawan yang berusaha bertahan disetrum dengan listrik.

VIVAnews - Israel mulai mendeportasi para relawan misi kemanusian ke Gaza ke Yunani dan Turki, Selasa 1 Juni 2010.

Mereka adalah saksi mata pertama yang mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di atas kapal Mavi Marmara yang diserbu tentara Israel.

Menggendong bayinya yang baru berumur setahun, aktivis Turki, Nilufer Cetin yang tiba di Bandara Ataturk, Istanbul tak akan melupakan kejadian itu.

“Situasinya buruk saat bentrokan terjadi. Mavi Marmara penuh dengan darah,” kata Cetin, yang suaminya adalah istri kepala insinyur Mavi Marmara, seperti dimuat laman Guardian, Selasa 1 Juni 2010 malam.

Saat penyerbuan, Cetin dan bayi kecilnya ada di kamar mandi. Pengakuan Cetin membantah dalih Israel bahwa mereka menembakkan senjata karena diserang para relawan.

“Militer Israel memulai penyerbuan dengan melepaskan tembakan. Pertama, mungkin tembakan peringatan, namun ketika Mavi Marmara tak mau berhenti, tembakan peringatan itu lantas disusul serangan,” kata dia.

“Bom asap lalu dilepaskan, menyusul kemudian bom gas air mata. Saat kapal dipenuhi asap, militer Israel turun dari helikopter,” kata Cetin.

Cetin cukup beruntung, dia adalah aktivis Turki yang pertama dibebaskan. Sementara 300 lainnya masih berada di tahanan Israel. Dia setuju dideportasi karena kondisi dalam sel tahanan terlalu buruk bagi bayi kecilnya.

“Aku satu di antara penumpang kapal yang pertama dikirim pulang, hanya karena aku punya bayi.”

“Saat sampai di pelabuhan Israel di Ashdod, kami ditemui petugas dalam negeri, petugas kementerian luar negeri dan polisi Israel. Tidak ada tentara yang menemui.”

Kata Cetin, mereka disodori sejumlah pertanyaan. Israel juga merampas kamera, laptop, telepon genggam, dan barang-barang pribadi milik para relawan, termasuk pakaian.

Sementara, Kutlu Tiryaki, kapten kapal lain dalan konvoi, Fredom Flotilla mengaku para relawan berkali-kali harus meyakinkan petugas Israel bahwa mereka tak bersenjata dan hanya membawa bantuan kemanusiaan.

“Penyerangan Mavi Marmara berlangsung tiba-tiba. Mereka menyerang dengan 12 sampai 13 kapal, dengan komando berada di helikopter,” kata dia.

“Kami mendengar bunyi tembakan dari radio komunikasi yang kami gunakan untuk berkomunikasi dengan Mavi Marmara, karena komunikasi kami diputus saat penyerangan.”

Menurut Tiryaki, setidaknya ada tiga atau empat helikopter yang digunakan militer Israel untuk menyerang.

“Awak kapal Mavi Marmara memberi tahu kami, kru dan penumpang kapal ditembak, sementara jendela dan pintu dijebol tentara Israel,” kata dia.

Michalis Grigoropoulos, nahkoda kapal Free Mediterranean mengatakan serangan Israel berada di wilayah perairan internasional.

“Militer Israel berperilaku seperti bajak laut. Jelas bertindak di luar batas ketika mereka menduduki kapal kami. Mereka mengarahkan popor senjata ke kepala kami.”

“Turun dari helikopter sambil menembakkan gas air mata dan peluru. Saat itu tak ada yang bisa kami lakukan, mereka yang mencoba mempertahankan diri dengan menghadang tentara Israel dikejutkan dengan sengatan listrik,” kata dia.  (hs)

Indonesia Desak PBB Selidiki Penyerangan Mavi Marmara

Antara

 

Indonesia Desak PBB Selidiki Penyerangan Mavi Marmara

Jakarta ANTARA) – Pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk menunaikan kewajibannya sesuai Piagam PBB guna meminta pertanggungjawaban Israel atas aksi penyerangan terhadap kapal Mavi Marmara yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional ke Jalur Gaza, Palestina Senin pagi ini.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin, terkait insiden itu.

“Secara khusus, Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menunaikan kewajibannya sesuai dengan Piagam PBB, termasuk melalui investigasi atas insiden penyerangan Israel dimaksud guna memastikan pertanggungjawaban Israel,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, kata Menlu, akan bekerjasama dengan masyarakat internasional guna memastikan agar Israel mempertanggung-jawabkan tindakannya sesuai dengan hukum internasional.

Menlu menyebutkan bahwa menurut informasi dari Otoritas Palestina, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi tewas dalam penyergapan itu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menilai blokade Israel terhadap jalur Gaza secara sepihak sejak Januari 2009 telah melanggar hukum internasional dan telah menciptakan penderitaan yang sangat mendalam di kalangan rakyat Palestina yang tidak berdosa.

“Aksi penyergapan Israel terhadap kapal Mavi Marmara hari ini juga ilegal karena dilakukan di perairan internasional,” katanya.

Melalui aksi penyergapan dan kekerasan tersebut, kata Menlu, Israel kembali telah menciptakan hambatan terhadap proses perdamaian di Timur Tengah yang kini memasuki tahapan penting berkaitan dengan diluncurkannya `proximity talks`, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Mahmoud Abbas dalam kunjungannya ke Indonesia pada Sabtu, 29 Mei 2010.

Informasi dari Pemerintah Turki, dipastikan ada 12 WNI dalam kapal tersebut.

Dari informasi terakhir, kapal tersebut sedang digiring ke pelabuhan Afhdod, sekitar 40 km di selatan Tel Aviv.

Pemerintah RI, kata Menlu, akan terus memastikan nasib warga negara Indonesia yang diberitakan ikut dalam misi kemanusiaan termaksud.

Dalam pernyataan resminya Menlu menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia mengutuk aksi penyergapan kapal bantuan kemanusiaan yang berujung jatuhnya korban jiwa oleh Israel.

Serangan Israel

Sebelumnya, pasukan Israel menyerang kapal pengangkut bantuan kemanusiaan “Mavi Mamara” yang berupaya menerobos blokade di perairan menuju Jalur Gaza. Kabar terakhir dari berbagai sumber menyebut 16 orang tewas dan lebih dari 30 orang cedera saat pasukan Israel melakukan serangan pada Senin pagi waktu setempat.

Kumpulan kapal itu diserang di perairan internasional atau 65 kilometer lepas pantai Gaza. Hasil tayangan televisi menunjukkan, kapal terkemuka dari rombongan kapal pengangkut bantuan kemanusiaan, Mavi Marmara, diserang oleh pasukan Israel yang masuk ke kapal setelah diterjunkan dari beberapa helikopter.

Wartawan Al Jazeera, Jamal Elshayyal, melaporkan, pasukan Israel menggunakan peluru tajam di dalam operasinya itu. Radio Angkatan Bersenjata Israel menyebutkan, pasukan Israel melepaskan tembakan setelah sempat berkonfrontasi dengan sejumlah orang di atas kapal yang membawa sejumlah benda tajam.

Sementara itu, Gerakan Gaza Merdeka, penyelenggara dari gerakan bantuan kemanusiaan itu, menyebutkan, kapal-kapal pengangkut bantuan kemanusiaan telah ditarik ke kota Israel, Haifa, dan bukan ke Ashdod untuk menghindari kerumunan wartawan.  yahoo

Oleh: pkscicendo | Mei 31, 2010

Peresmian Pekan Informasi Nasional

Peresmian Pekan Informasi Nasional

TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Komunikasi danInformatika RI Tifatul Sembiring, Selasa (25/5) meresmikan Pekan Informasi Nasional (PIN) 2010 di Pekanbaru, Riau. PIN 2010 berlangsung 22-27 Mei 2010. Menkominfo pada Rabu (26/5) meresmikan 70 Desa Informasi di Ibu Kota Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ibu Kota Kecamatan Rupat Utara itu menjadi salah satu dari 70 desa yang ditetapkan sebagai Desa Informasi. Ke-70 desa di Riau itu merupakan bagian dari 1.600 desa di seluruh Indonesia yang telah ditetapkan Kementerian Kominfo sebagai Desa Informasi berdasarkan penilaian terhadap perkembangan teknologi di desa itu.

Pada hari yang sama, Menkominfo eresmikan pula pelayanan informasi untuk masyarakat lainnya, yaitu United Thank Offering (UTO) kemudian IT Training Solutions, radio komunitas dan perangko PIN 2010. PIN 2010 sangat berbeda dengan ajang serupa sebelumnya yang hanya penerangan biasa. PIN lebih mengedepankan konteks komunikasi dan informatika. Diharapkan kelak terbentuk kelembagaan komunikasi dan informasi di daerah secara proporsional, termasuk harus legal secara hukum serta terkait UU Keterbukaan Informasi Publik yang menitikberatkan pelayanan masyarakat.

Oleh: pkscicendo | Mei 31, 2010

Pulau Rupat, Bagian NKRI dengan Cita Rasa Malaysia

Pulau Rupat, Bagian NKRI dengan Cita Rasa Malaysia
Pekanbaru pks-online- Pulau Rupat merupakan bagian terluar dari Provinsi Riau. Rupat terletak di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pulau yang terdiri dari Rupat Utara dan Rupat Selatan hanya dibatasi Selat Malaka dengan negara Malaysia.

Pulau berpenduduk sekitar 48 ribu jiwa tersebut kalau ditempuh dari Pekanbaru memerlukan waktu sekitar 10 jam. Selain jauh dari ibu kota provinsi, usaha untuk mencapai Pulau Rupat harus melakukan penyeberangan sungai Pakning dengan kapal fery dan melewati Selat Malaka dengan kapal motor cepat dan disambung kapal tongkang nelayan.

Tiba di Pulau Rupat, kita akan melihat banyaknya kapal nelayan yang merupakan mata pencaharian penduduk setempat. Pemandangan rumah walet pun dapat kita lihat disepanjang jalan menuju kantor Kecamatan Rupat Utara.

Selain itu, jangan heran jika kita melihat banyak motor tanpa plat nomor. Untuk diketahui, motor-motor tersebut berasal dari Malaysia. Namun polisi setempat mengaku tidak bisa mengambil tindakan hukum karena hal tersebut telah berlangsung sejak lama.

Menurut Bupati Bengkalis, Syamsu Rizal kehidupan penduduk pulau yang tiga kali lebih luas dari Singapura itu lebih banyak didominasi budaya Malaysia.

“Disamping kultur yang sama kita juga ada bahasa yang sama. Tidak ada perbedaan antara melayu Malaysia dengan melayu Bengkalis,” ujar Syamsu di Kantor Kecamatan Rupat Utara, Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Bengkalis, Riau, Rabu (26/5/2010).

Untuk perniagaan dan alat tukar masyarakat Rupat selain menggunakan rupiah juga menggunakan ringgit Malaysia. Bahkan informasi dan hiburan yang didapat hanya dari Malaysia.

“Sedari dulu kami di sini hanya menerima informasi dari Malaysia, hiburan Malaysia, TV Malaysia, radio Malaysia, berita Malaysia,” jelasnya.

Syamsu menambahkan, karena informasi yang didapat hanya seputar Malaysia maka penduduk tidak terlalu mengenal pejabat pemerintahan negeri ini.

“Waktu ada cerdas cermat anak SD, pesertanya ketika ditanya siapa Presiden RI? Langsung dijawab Ahmad Badawi,” seloroh Syamsu.

Syamsu berharap agar pemerintah pusat memperhatikan hal ini. Karena menurut Syamsu dapat menimbulkan kerawanan bagi kesatuan bangsa nantinya.

“Ada kesamaan antara Pulau Rupat dengan Malaysia. Lagu melayu, baju melayu. Ini kesamaan, tapi dari sisi lain dapat menimbulkan kerawanan pertahanan,” jelasnya.

Sementara itu, Menkominfo Tifatul Sembiring menilai kesamaan budaya antara Pulau Rupat dengan Malaysia bukanlah ancaman. Meski demikian, langkah preventif tetap dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah Pusat mencanangkan seluruh wilayah Indonesia khususnya daerah terluar dapat terhubung. Sekalipun secara infrastruktur belum tersambung tapi informasi harus tersambung,” ujar Tifatul.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.